Mengapa Hari Ulang Tahun Kota Jogja Diperingati masing- masing 7 Oktober, Ini Sejarahnya

Kota Jogja 7 Oktober 2021 memperingati ulang tahunnya yang ke- 265. Sesungguhnya tidak terdapat yang ketahui tentu kapan bertepatan pada berapa berdirinya Jogja. Sehabis dicoba study sejarah oleh sebagian pakar, diambil konvensi bertepatan pada 7 Oktober selaku hari ulang tahun Jogja. Walikota Jogja pada dikala itu, Ayah Herry Zudianto berupaya menggali kembali sejarah berdirinya kota ini. “ Sesungguhnya tidak terdapat yang ketahui persis bertepatan pada berdirinya Kota Jogja ini, namun bersumber pada sejarah serta masukan pada pakar kesimpulannya diresmikan dan disepakati bersama kalau bertepatan pada 7 Oktober merupakan HUT Kota ini,” tandas Herry dalam satu peluang. dilansir dari Republika. Kemudian, semacam apa sejarah berdirinya Yogyakarta dari dini mula? Yogyakarta didirikan awal kali oleh Pangeran Mangkubumi. Dia ialah adik dari Sunan Paku Buwana II. Sehabis lewat perjuangan yang panjang, pada hari Kamis Kliwon bertepatan pada 29 Rabiulakhir 1680 ataupun bersamaan dengan 13 Februari 1755, Pangeran Mangkubumi yang sudah bergelar Susuhunan Kabanaran menandatangani Perjanjian Giyanti ataupun kerap diucap dengan Palihan Nagari. Palihan Nagari inilah yang jadi titik dini keberadaan Kasultanan Yogyakarta. Pada dikala seperti itu Susuhunan Kabanaran setelah itu bergelar Sri Sultan Hamengku Buwana Senopati Ing Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Kalifatullah Ingkang Jumeneng Kaping I. Sehabis Perjanjian Giyanti ini, Sri Sultan Hamengku Buwana mesanggrah di Ambarketawang sembari menunggu pembangunan raga kraton. Sebulan sehabis ditandatanganinya Perjanjian Giyanti tepatnya hari Kamis Pon bertepatan pada 29 Jumadilawal 1680 ataupun 13 Maret 1755, Sultan Hamengku Buwana I memproklamirkan berdirinya Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dengan ibukota Ngayogyakarta serta mempunyai setengah dari daerah Kerajaan Mataram. Proklamasi ini terjalin di Pesanggrahan Ambarketawang serta diketahui dengan kejadian Hadeging Nagari Dalem Kasultanan Mataram– Ngayogyakarta. Pada hari Kamis Pon bertepatan pada 3 sura 1681 ataupun bersamaan dengan bertepatan pada 9 Oktober 1755, Sri Sultan Hamengku Buwana I memerintahkan buat membangun Kraton Ngayogyakarta di Desa Pacethokan dalam Hutan Beringan yang pada awal mulanya bernama Garjitawati. Pada hari Kamis pahing bertepatan pada 13 Sura 1682 bersamaan dengan 7 Oktober 1756, Sri Sultan Hamengku Buwana I beserta keluarganya pindah ataupun boyongan dari Pesanggrahan Ambarketawan masuk ke dalam Kraton Ngayogyakarta. Kejadian perpindahan ini diisyarati dengan candra sengkala memet Dwi Naga Rasa Tunggal berbentuk 2 ekor naga yang kedua ekornya silih melilit serta diukirkan di atas banon/ renteng kelir baturana Kagungan Dalem Regol Kemagangan serta Regol Gadhung Mlathi. Momentum kepindahan inilah yang dipakai selaku bawah penentuan Hari Jadi Kota Yogyakarta sebab mulai dikala itu bermacam berbagai fasilitas serta bangunan pendukung buat mewadahi kegiatan pemerintahan baik aktivitas sosial, politik, ekonomi, budaya ataupun tempat tinggal mulai dibentuk secara bertahap. Bersumber pada itu seluruh hingga Hari Jadi Kota Yogyakarta didetetapkan pada bertepatan pada 7 Oktober 2009 serta dikuatkan dengan Peraturan Wilayah Kota Yogyakarta No 6 Tahun 2004. 
http://dlvr.it/S94XHd

Post a Comment

Previous Post Next Post