Definisi Hobi Jadi Cuan Ala Laki- laki Sragen: Penangkaran Murai Batu

Burung murai batu jadi salah satu jadi salah satu tipe burung yang banyak penggemarnya. Kepribadian burung petarung dengan ocehan yang bagus jadi salah satu energi tarik tertentu. Tidak heran bila harga burung endemik hutan Sumatera ini mempunyai harga yang besar serta cenderung normal. Inilah yang jadi alibi para penangkar burung yang dapat menirukan lebih dari 10 suara burung ini. Semacam halnya Indra Proneto. Laki- laki 34 asal Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah( Jateng) itu telah menekuni profesinya selaku penangkar semenjak 2015. Owner Aneka Binatang Farm itu tergabung dalam Asosiasi Penangkar Burung Nasional( APB). " Dini menangkar murai batu ini tidak langsung banyak, tetapi awal mulanya dari murai ocehan. Modal dini, sama dengan penangkar lain, bukan langsung 20 pasang. Dini dari burung lomba dijodohkan produk, setelah itu nambah 3 pasang serta saat ini terdapat 20 pasang," ucap Indra. Semenjak dini jadi penangkar, pegawai BUMN itu memanglah telah konsen pada murai batu. Ia mengaku sangat hobi dengan burung yang diketahui selaku burung petarung itu. " Semenjak dini 2015 aku memanglah telah menangkar murai batu ini, dahulu namanya Rhythm Farm, setelah itu aku ngurusi Aneka Binatang jadi ubah Aneka Binatang Farm," ucapnya. Indra menggambarkan, dini mula jadi penangkar memanglah tidak gampang. Kematian anakan murai apalagi telah jadi perihal yang biasa. Perbandingan temperatur kandang, sampai terdapatnya hambatan lain biasa jadi penyebabnya. " Sempat dong tentu hadapi masa- masa susah, murai kan diketahui selaku burung fighter serta memahami teritorial, ia memahami wilayah serta tidak boleh burung lain yang boleh masuk. Betina dibantai, mati itu bukan permasalahan baru," tuturnya. Tidak hanya itu, kurang sesuainya kandang sampai suplai santapan pula kerap mengganjal proses penangkaran murai batu. " Murai itu kan biasa di wilayah rawa, sifatnya di rawa yang agak dingin kadangkala perlu waktu menyesuaikan diri yang agak lama. Suplai pakan pula, kan makannya jangkrik, ulat, kroto itu wajib ada," ucapnya. Sehabis berjalan serta mulai menguasai proses penangkaran, Indra juga, mulai menikmati hasilnya. Tipe murai ini tercantum kilat dalam proses breedingnya. Apalagi, dalam 2 bulan 10 hari murai dapat 3 kali penciptaan. " Murai itu bertelur sampai menetas itu umumnya 14 hari, setelah itu panen 7 hari setelahnya. 3 hari selanjutnya indukan telah bertelur lagi," katanya. Namun, tidak seluruh hasil penangkarannya langsung ia jual. Sebabnya, penangkaran perlu re- genarisi buat meneruskan proses penangkaran. Tidak hanya itu pula memandang permintaan serta kepribadian burung yang dihasilkan. " Jika dirata- rata dalam setahun aku sanggup menjual 100 trotolan ataupun anakan umur 2 bulan( telah mandiri). Jika bicara keuntungan ya 200 persen dari modal, namun risikonya 100 persen dibanding bisnis yang lain," ucapnya. Buat harga trotolan ocehan trah lomba, Indra berkata berkisar Rp 3 juta hingga dengan Rp 15 juta buat yang jantan. Sebaliknya betina umumnya tidak dijual, namun dijadikan indukan lagi. Berkat intensitas serta keuletannya tersebut, saat ini Indra tidak cuma menangkarkan murai batu tipe ocehan namun pula tipe ekor panjang yang biasa dilombakan visual di Singapore. Sementara itu harga murai ekor panjang jauh di atas ocehan. " Aku terdapat 16 pasang ocehan serta 4 pasang ekor panjang. Murai batu ekor panjang biayanya trotolan 1 ekor dapat hingga Rp 50 juta, umur 2 bulan," ucapnya. Indra menarangkan, murai ekor panjang ini memanglah lumayan ramai di Singapore. Di situ rata- rata ekor murai dapat hingga 43 sentimeter buat yang jantan. Sebaliknya yang betina dapat hingga 23 sentimeter. " Jika yang Indonesia itu betina mentok 15 sentimeter panjang ekornya, jika jantan dapat hingga 25 sentimeter. Buat ekor panjang ini biayanya dapat hingga miliaran rupiah," kata dia Ia mencontohkan semacam kepunyaan salah seseorang penangkar di Jawa Timur( Jatim) yang sempat ditawar Rp 1, 5 miliyar buat satu ekor murai ekor panjang 43 sentimeter. " Itu buat anakannya saja dapat hingga Rp 100 juta, itu banyak yang hendak beli," sambungnya. Sebaliknya buat yang trah ocehan serta jawara di bermacam lomba nasional, Indra berkata, biayanya dapat hingga Rp 4 miliaran. " Sempat terdapat burung bernama Ohara itu ditawar Rp 3 miliyar ditambah satu mobil Rubicon, berarti kan dekat Rp 4 miliyar tidak dikasihkan," tuturnya. Sebaliknya buat tipe yang sangat rendah ialah murai sayur. Mengapa diucap sayur? Indra menarangkan, perihal ini sebab burung tersebut cuma sesuai buat hiasan teras ataupun sahabat ngopi saja. " Tipe sayur itu sebab burungnya tidak berani tarung, ocehannya pula tidak jadi. Telah diatur, dikasih makan bagus, tetapi tidak dapat jadi, makanya menyebutnya murai sayur. Biayanya sangat Rp 1, 2 juta hingga Rp 2 juta itu telah bisa yang berusia," cerah Indra. 
http://dlvr.it/S8rX4T

Post a Comment

Previous Post Next Post