BERPIKIR KRITIS

 


BERPIKIR KRITIS   
 
        Banyak yang membuat kesimpulan berdasarkan apa yang dipikirkan atau dirasakan darpada berdasarkan bukti, fakta atau reliata di lapangan. Mereka membuat kesimpulan berdasarkan apa yang ingin didengarkan atau bertindak berdasarkan imajinasi bukan atas dasar yang masalah objektif yang terjadi di lapangan. Hanya dengan memperoleh informasi yang akurat akan membantu menyakinkan yang bersangkutan untuk memilih solusi atau tindakan yang lebih tepat.
 
 
Salah satu cara untuk menjadi seorang yang kritis dalam menghadapi situasi yang terjadi di negeri ini pada beberapa minggu terakhir ini adalah dengan menerapkan prinsip-prinsip berpikir kritis. Salah satu syarat menjadi warga yang kritis menghadapi dinamika kehidupan politik atau berbagai permasalahan dalam kehidupan sehari-hari adalah menjadi pengamat dan pendengar yang baik.
 
 
Sebagai seorang pendengar yang baik tidak mudah percaya dengan informasi yang bertebaran di media sosial, yang kemungkinan banyak yang tidak terverifikasi, tidak mudah terprovokasi. Sebaliknya, pendengar yang baik akan berusaha mendapatkan informasi yang akurat dengan bertanya pada orang yang terpecaya atau petugas yang bertanggung jawab. Walau tampak seperti orang yang skeptis tidak masalah daripada mudah tersesat. Selektif dalam memilih grup WA. Bergabung dengan orang yang kredibel grup WA akan lebih baik.
 
 
Masalah politik hendaknya dianalisa dari sudut pandang politik. Oleh sebab itu setiap warga negara seyogianya tidak buta politik atau tidak alergi dengan persoalan politik. Politik itu kebutuhan bukan keinginan, begitu kata orang bijak. Sebagai pengamat politik perlu tahu dan paham persoalan politik. Dengan literer persoalan politik yang dihadapi pemerintah saat ini maka besar kemungkinan kita akan lebih dapat menarik kesimpulan mengapa peristiwa yang terjadi tersebut tidak ditangani seperti yang kita harapkan. Selain itu warga perlu tahu konstitusi, hukum dan aturan yang berkaitan dengan hak dan kewajiban sebagai warga negara.
 
 
Sulit bagi warga untuk mengkritisi kebijakan yang dibuat pemerintah atau sulit memahami mengapa aparat atau petugas tidak bertindak sesuai dengan yang diharapkan jika tidak paham atau literer dengan politik. Warga yang melek, literate politik yang dapat mengkritisi pemerintah atau presiden. Untuk menjadi pengamat politik yang baik perlu mendalami, minimal memahami persoalan politik. Dengan paham masalah politik yang bersangkutan lebih mudah menganalisa dinamika kehidupan politik dan mampu mengkritisi, membuat keputusan atau kesimpulan serta bertindak sebagai warga negara yang baik.
 
 
Seperti munculnya seorang pemimpin, biasanya melalui kegiatan atau aktivitas yang relevan bukan dari pendidikan formal begitu juga dengan warga yang kritis terhadap masalah politik. Kepedulian terhadap politik akan mendorong yang bersangkutan untuk belajar tentang berpolitik. Belajar dapat dengan membaca buku, bergabung dengan organisasi, partai atau kegiatan yang bernuansa politik. Semakin tahu banyak tentang politik memungkinkan menjadi seorang warga yang kritis.

3 Comments

Previous Post Next Post