Mengapa sulit jadi bijaksana?


Jangankan untuk ‘menjadi bijaksana’mendefinisikan kata ‘bijaksana’ itu sendiri tidaklah mudah, bahkan terasa mustahil.

Tokoh-tokoh hebat dunia saja hanya bisa memberikan kriteria atau ciri orang bijaksana, tapi tidak pernah memberikan definisi final dan tunggal tentang apa itu ‘bijaksana’.

Mari kita simak kutipan-kutipan pendapat orang-orang hebat dunia mengenai apa itu bijaksana dan orang bijaksana.

  1. Confucius: “Orang bijaksana selalu merasa tidak benar-benar mengenal orang”
  2. Laozi : “Orang bijak tidak pernah merasa besar, karena itu dia bisa menjadi besar”
  3. Plautus: “Orang bijaksana menciptakan takdirnya sendiri”
  4. John of Damascus: “Tidak ada orang bijaksana yang berbagi rahasia dengan wanita”
  5. Debasish Mridha: “Orang dungu selalu menemukan sesuatu untuk dikeluhkan, orang bijak selalu menemukan sesuatu utnuk dihargai’
  6. Albert Einstein: “Orang pintar memecahkan masalah. Orang bijak menghindarinya”
  7. John C. Maxwell: “Orang bijak belajar dari kesalahan dirinya, orang yang lebih bijak belajar dari kesalahan orang lain, orang yang paling bijaksana belajar dari sukses orang lain”
  8. Aeschylus: “Orang bijaksana tidak banyak tahu, teapi tahu yang diperlukan”
  9. Anthony Douglas Williams: “Pengetahuan didapat dari belajar, kebijaksanaan diperoleh dari hidup”
  10. Paulo Coelho: “Orang bijak itu penuh dengan pertanyaan, orang dungu penuh dengan jawaban”.

Berdasarkan pendapat 10 tokoh di atas tentang karakter ‘orang bijaksana’, bisakah kita rumuskan definisi tunggal ‘orang bijaksana’ itu?

Setelah itu, bisa kita meniru atau mengadopsi sifat, karakter, dan kebiasaan orang-orang bijaksana?

Jika medefinisikannya saja terasa mustahil apatah lagi untuk menerapkannya dalam hidup agar bisa (dikategorikan) menjadi orang bijaksana!!!

2 Comments

Previous Post Next Post