PARPINING

Mencari Tau

Report Abuse

Menanamkan kecintaan terhadap tanah air, bangsa dan bahasa kepada generasi muda di era digital

 

Bagaimana menanamkan kecintaan terhadap tanah air, bangsa dan bahasa kepada generasi muda di era digital sekarang?


(Anak-anak pramuka)


 Konteks, persoalan dan kondisi yang dihadapi pemuda jaman dulu berkaitan dengan keinginan untuk bersatu, berbangsa, bertanah air dan berbahasa Indonesia, sudah sangat berbeda dengan yang dihadapi pemuda jaman sekarang tetapi karena aspeknya sama maka yang perlu dikembangkan atau disesuaikan hanyalah cara mensiasati. 

Menurut saya, beberapa hal yang perlu mendapat perhatian pemuda jaman sekarang berkaitan dengan menanamkan cinta tanah air, berbangsa dan berbahasa Indonesia, antara lain.


Bukan hanya keterampilan kerja yang harus dimiliki tetapi keterampilan berpikir jauh lebih urgen. Keterampilan berpikir akan lebih dahsyah jika diiringi dengan keterampilan lain, seperti keterampilan kerja. Ibarat seorang profesional yang tidak setara dengan pendidikan akademis. Meski seorang memiliki keterampilan kerja yang diperoleh melalui pengalaman tetapi karena tidak didukung pendidikan akademis yang memadai, misalnya tidak tamat sarjana, kemungkinan tidak mudah mendapatkan pekerjaan formal. 

Idealnya, kedua keterampilan tersebut dimiliki, tidak soal bahwa keterampilan kerja diperoleh belakangan setelah yang bersangkutan selesai kuliah dan keterampilan berpikir dikembangkan lebih awal pada waktu belajar di bangku sekolah dan perguruan tinggi. Apakah keterampilan berpikir sama dengan kemampuan akademis?

Komunikasi
Ketidakmampuan berkomunikasi, baik menggunakan Bahasa Indonesia maupun bahasa asing (Bahasa Inggris) merupakan kendala utama dalam menghadapi era globalisasi. Ketika saya diminta menjadi counterpart atau partner kerja seorang konsultan asing, di mana kami sering berdebat pada waktu merumuskan kegiatan untuk mencapai tujuan, tampak bahwa pada umumnya keunggulan dari konsultan asing tersebut hanya kemampuan berbahasa Inggris. 

Tetapi perlu diingat, bahwa kemampuan berpikir erat kaitannya dengan kemampuan berbahasa atau berkomunikasi. Seorang yang cerdas dan cermat dalam berpikir akan terlihat dari penggunaan bahasa yang efektif dan efisien. Tidak berputar-putar, melingkar seperti obat nyamuk bakar jaman dahulu. Karena bahasa itu juga mengikuti hukum logika. Persoalan yang mana premis, hipotesis atau kesimpulan bukan hanya soal bahasa tetapi merupakan bagian dari silogisme berpikir. 

Keterampilan berkomunikasi atau menggunakan bahasa berkaitan erat dengan keterampilan berpikir. Tak mudah dibedakan apalagi dipisahkan.
Banyak negara kaya yang menawarkan beasiswa kepada warga negara lain termasuk Indonesia tetapi karena tidak banyak yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris maka hanya bebera gelintir yang memanfaatkan kesempatan tersebut. Anak saya termasuk yang beruntung, dapat memenuhi semua persyratan ketika ada kesempatan (beasiswa) untuk mengikuti program S3 di Jepang. 

Saya pernah baca, bahwa beasiswa yang ditawarkan oleh negara lain tersebut hanya sekitar 15% yang termanfaatkan. Di lain pihak banyak anak muda di negeri ini yang haus akan ilmu pengetahuan dan pendidikan tetapi tidak tertolong karena kemampuan berbahasa Inggris tidak memadai. Kasihan.


Keterampilan yang tidak kalah penting yang seharusnya dimiliki anak-anak muda adalah bertutur dengan baik. Keterampilan berkomunikasi bukan hanya berkaitan dengan keterampilan berpikir tetapi juga sangat mendukung keterampilan kerja. Seorang yang memiliki kemampuan berbahasa dengan baik, secara tertulis maupun lisan akan sangat bermanfaat untuk mengomunikasikan hasil kerja dengan memanfaatkan keterampilan berpikir secara runut, logis.


Pemuda diharapkan tidak ikut membohongi masyarakat dengan tidak ikut menyebarkan berita bohong atau hoax. Kalau menyaksikan atau melihat peristiwa ketidakadilan di lingkungan sendiri, sebaiknya setiap pemuda yang menjadi orang terdepan untuk mencegahnya dengan menyampaikan atau melaporkan kepada aparat setempat. 

Pemuda sebaiknya menghindari demokrasi jalanan, apalagi kalau hanya ikut-ikutan atau dikorbankan. Pemuda sebaiknya tidak mau jadi kayu bakar pada saat orang memasak lemang. Sebab ketika lemang sudah matang, kayu bakar tinggal debu. Tidak akan ikut menikmati lemang tersebut. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh pemuda. Untuk itu gunakan kemampuan untuk membangun persatuan secara kreatif sesuai dengan situasi dan kondisi di manapun berada. 

Semoga!!!

SITUMORANG NABONGGAL

Comments

Search This Blog

Labels

Kumpulan Pemikiran Atheis dari para Tokoh Dunia

Berikut ini adalah kutipan-kutipan para tokoh dunia tentang Tuhan, Agama, yang berujung pada lahirnya paham Atheisme;   # You’re basically killing each other to see who’s got the better imaginary friend. - Richard Jeni Kamu pada dasarnya saling membunuh satu sama lain untuk menunjukan siapa diantara kalian yg memiliki teman imajinatif yg lebih baik   (Lambang Paham Atheisme)   # Two hands working can do more than a thousand clasped in prayer. – Anonymous Dua tangan yg bekerja bisa melakukan lebih banyak dari pada seribu tangan berdoa # The fact that a believer is happier than a skeptic is no more to the point than the fact that a drunken man is happier than a sober one. The happiness of credulity is a cheap and dangerous quality. –   George Bernard Shaw Fakta bahwa orang yg beriman lebih bahagia dibanding orang yg tidak, tidak lebih dari pada fakta orang mabuk lebih bahagia dari pada orang yg sadar. kebahagiaannya berkualitas murahan dan berbahaya.   # Faith means not wan

Apa itu berpikir skeptis?

Salah satu variabel untuk mengasah kemampuan berpikir yang konstruktif dalam kerangka berpikir yang logis dan berkaitan dengan open mindedness adalah dengan menggunakan kemampuan berpikir skeptis. Namun apa sih yang dimaksud dengan kemampuan berpikir skeptis itu?? Mari kita bahas sedikit panjang kali lebar dibawah ini : Sebenernya skeptisisme itu bukan hal baru. Udah ada setidaknya selama ribuan tahun. Mengutip kata2 Michael Shermer, "Bisa kita lihat lagi pada catatan Plato 2.500 tahun yang lalu yang menyatakan bahwa "skeptisisme adalah pendekatan klaim, dan itu melekat dalam sikap ilmiah". Faktanya nilai yang sangat bagus dari sains pun bisa ditolak jika bukti yg dimiliki tidak sesuai dengan klaim". Hampir sama seperti Shermer, Carl Sagan menilai bahwa “Salah satu perintah besar sains adalah, 'Argumen ketidakpercayaan dari otoritas/pihak berwenang.' Terlalu banyak argumen seperti itu terbukti terlalu salah. Pihak berwenang harus membuktikan perselisihan mer

10+ behaviors to become a confident person

What are the behaviors of a confident person? When a person has genuine self-confidence, their behaviors are something like: Relaxed demeanor  - You have this calm and collected presence that shows you have everything under control. Speak slowly, modulating your tone  - Don't jump into a conversation or yell to be heard. He talks to you when you want to listen. Don't interrupt  - You understand that you have all the time in the world to respond, so why interrupt? He always has an open body posture  - He doesn't hide in a corner with an empty beer bottle trying to look good. It opens and proclaims availability for all. Maintains eye contact  - Always. You will never see this person feel intimidated by someone. Makes your views clear  - Makes your views known to others but is not intended to offend anyone. He walks deliberately  - He walks as if he owns the world. Have you ever seen Grant Cardone walk? Then you know what I'm talking about. He doesn't try to please any

Laman

Menanamkan kecintaan terhadap tanah air, bangsa dan bahasa kepada generasi muda di era digital

 

Bagaimana menanamkan kecintaan terhadap tanah air, bangsa dan bahasa kepada generasi muda di era digital sekarang?


(Anak-anak pramuka)


 Konteks, persoalan dan kondisi yang dihadapi pemuda jaman dulu berkaitan dengan keinginan untuk bersatu, berbangsa, bertanah air dan berbahasa Indonesia, sudah sangat berbeda dengan yang dihadapi pemuda jaman sekarang tetapi karena aspeknya sama maka yang perlu dikembangkan atau disesuaikan hanyalah cara mensiasati. 

Menurut saya, beberapa hal yang perlu mendapat perhatian pemuda jaman sekarang berkaitan dengan menanamkan cinta tanah air, berbangsa dan berbahasa Indonesia, antara lain.


Bukan hanya keterampilan kerja yang harus dimiliki tetapi keterampilan berpikir jauh lebih urgen. Keterampilan berpikir akan lebih dahsyah jika diiringi dengan keterampilan lain, seperti keterampilan kerja. Ibarat seorang profesional yang tidak setara dengan pendidikan akademis. Meski seorang memiliki keterampilan kerja yang diperoleh melalui pengalaman tetapi karena tidak didukung pendidikan akademis yang memadai, misalnya tidak tamat sarjana, kemungkinan tidak mudah mendapatkan pekerjaan formal. 

Idealnya, kedua keterampilan tersebut dimiliki, tidak soal bahwa keterampilan kerja diperoleh belakangan setelah yang bersangkutan selesai kuliah dan keterampilan berpikir dikembangkan lebih awal pada waktu belajar di bangku sekolah dan perguruan tinggi. Apakah keterampilan berpikir sama dengan kemampuan akademis?

Komunikasi
Ketidakmampuan berkomunikasi, baik menggunakan Bahasa Indonesia maupun bahasa asing (Bahasa Inggris) merupakan kendala utama dalam menghadapi era globalisasi. Ketika saya diminta menjadi counterpart atau partner kerja seorang konsultan asing, di mana kami sering berdebat pada waktu merumuskan kegiatan untuk mencapai tujuan, tampak bahwa pada umumnya keunggulan dari konsultan asing tersebut hanya kemampuan berbahasa Inggris. 

Tetapi perlu diingat, bahwa kemampuan berpikir erat kaitannya dengan kemampuan berbahasa atau berkomunikasi. Seorang yang cerdas dan cermat dalam berpikir akan terlihat dari penggunaan bahasa yang efektif dan efisien. Tidak berputar-putar, melingkar seperti obat nyamuk bakar jaman dahulu. Karena bahasa itu juga mengikuti hukum logika. Persoalan yang mana premis, hipotesis atau kesimpulan bukan hanya soal bahasa tetapi merupakan bagian dari silogisme berpikir. 

Keterampilan berkomunikasi atau menggunakan bahasa berkaitan erat dengan keterampilan berpikir. Tak mudah dibedakan apalagi dipisahkan.
Banyak negara kaya yang menawarkan beasiswa kepada warga negara lain termasuk Indonesia tetapi karena tidak banyak yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris maka hanya bebera gelintir yang memanfaatkan kesempatan tersebut. Anak saya termasuk yang beruntung, dapat memenuhi semua persyratan ketika ada kesempatan (beasiswa) untuk mengikuti program S3 di Jepang. 

Saya pernah baca, bahwa beasiswa yang ditawarkan oleh negara lain tersebut hanya sekitar 15% yang termanfaatkan. Di lain pihak banyak anak muda di negeri ini yang haus akan ilmu pengetahuan dan pendidikan tetapi tidak tertolong karena kemampuan berbahasa Inggris tidak memadai. Kasihan.


Keterampilan yang tidak kalah penting yang seharusnya dimiliki anak-anak muda adalah bertutur dengan baik. Keterampilan berkomunikasi bukan hanya berkaitan dengan keterampilan berpikir tetapi juga sangat mendukung keterampilan kerja. Seorang yang memiliki kemampuan berbahasa dengan baik, secara tertulis maupun lisan akan sangat bermanfaat untuk mengomunikasikan hasil kerja dengan memanfaatkan keterampilan berpikir secara runut, logis.


Pemuda diharapkan tidak ikut membohongi masyarakat dengan tidak ikut menyebarkan berita bohong atau hoax. Kalau menyaksikan atau melihat peristiwa ketidakadilan di lingkungan sendiri, sebaiknya setiap pemuda yang menjadi orang terdepan untuk mencegahnya dengan menyampaikan atau melaporkan kepada aparat setempat. 

Pemuda sebaiknya menghindari demokrasi jalanan, apalagi kalau hanya ikut-ikutan atau dikorbankan. Pemuda sebaiknya tidak mau jadi kayu bakar pada saat orang memasak lemang. Sebab ketika lemang sudah matang, kayu bakar tinggal debu. Tidak akan ikut menikmati lemang tersebut. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh pemuda. Untuk itu gunakan kemampuan untuk membangun persatuan secara kreatif sesuai dengan situasi dan kondisi di manapun berada. 

Semoga!!!

SITUMORANG NABONGGAL

Comments