Cara Hidup Orang Barat yang Cinta Dunia tanpa Berpikir Akherat


  “Suatu hari salah seorang temenku di tanah air, dengan membawa atas nama cobaan tuhan minta sedekah, dia minta bantuan karena Istrinya dapat Kecelakaan harus operasi. Sementara dia sekeluarga tidak ikut BPJS. Alasan ketidak-ikutnya selama ini dikarunia kesehatan. Jadi rugi bayar BPJS tapi ndak pernah digunakan”

Aku sambil misu-misu ke bojoku, kutransfer uang untuk membantunya. Mangkel karena begitu banyak ketemu uwong semborono tapi yo mesake tenin butuh ditolong. Sambil godek-godek kepala bingung mahami mindset BONEK DARWIS (Bondo Nekat Modar YOWIS) dari banyak di masyarakatku. Jika terjadi sesuatu merasa akan dibantu oleh tuhannya yang penting tabah dan pasrah.  

Aku disini dididik dengan mindset mencintai Hidup di dunia dengan penuh makna seperti layaknya orang bule di negara maju. Bagi mereka kehidupan akherat tidak ada. Mindset mereka hidup hanya di dunia. Dikarenakan hidup hanya di dunia ini lah, maka ku-sahre saran dari Financial Adviser-ku dari Deutsche Bank baru-baru ini.

Ada 3 hal yang penting yang harus dipertimbangkan katanya:

1. Saving

2. Insurance

3. Investment

Saving dan Investment kita bahas nanti. Hanya di Jerman, negara memberi subsidi besar bagi mereka yang ingin saving. Saving itu DISUBSIDI negara. Investment juga kita bahas nanti karena ini tema kompleks juga. Sekarang kita bahas tema Insurance.

Aku pribadi punya banyak asuransi yang klo ditotal amat banyak biayanya yang harus kubayar per bulan. Ada seingatku, 10 asuransi yang kuikuti dan kubayar per bulannya (jadi bingung ada juga yang BONEK DARWIS tinggal di negara berkembang bayar BPJS aja wegah). Ini asuransi yang kuikuti (umumnya orang di Jerman more and less sama punya asuransi ini):

1. Asuransi Kesehatan (WAJIB dikelola negara): yang ini amat sangat mahal sekali, karena jika salary kita di atas batas standard tertentu maka subsidi negara atas asuransi sebesar 50% akan dicabut.

Artinya biasanya asuransinya 50% dibayar negara, lalu 50% lainya ditanggung rata antara kita pribadi sebagai pemegang polis dan perusahaan. Jadinya, in total kita bayar 25% saja dari asuransi kesehatan dengan 50% negara, dan 25% perusahaan.

Hanya jika kita berada dalam salary tertentu maka negara tidak subsidi, artinya 50% kita yang bayar dan 50% lagi dibayar Perusahaan. Padaku, asuransi kesehatannya sekitar 1.000 Euro (15 jeti lebih IDR) per bulan maka 500 Eur-nya kita yang nanggung sendiri: langsung potong gaji!

2. Asuransi Hari Tua (WAJIB dikelola negara): yang dibayar langsung potong gaji. Ini untuk jamin uang pensiun saat nanti hari tua. Saat ndak bisa cari uang lagi, maka negara akan biayain dari premi asuransi ini selama dulunya kerja.

3. Asuransi Sosial (WAJIB dikelola negara): yang dibayar langsung oleh negara. Ini untuk menjamin jika kita nanggur ndak kerja: bisa karena dipecat atau karena cacat atau apapun sehingga tidak bisa kerja lagi, maka hidup kita dijamin oleh negara melalui dana asuransi sosial.

4. Asuransi Kecelakaan Kerja (Umumnya Wajib pada hampir semua Perusahaan, kecuali UMKM): ini asuransi perlindungan jika terjadi kecelakaan kerja maka akan ditanggung oleh asuransi ini, termasuk jika karena kecelakaan tersebut tidak bisa lagi kerja, maka tetap akan dapat jaminan hidup layak.

5. Asuransi Hari Tua (kerja sama dengan kantor): kadang kantor menawarkan asuransi ini sebagai bentuk paket benefit buat karyawan. Ini biasanya beban preminya 50%-50% antara Perusahaan dan pemegang polis. Jika, ikut ini langsung potong gaji.

6. Asuransi Perlindungan Kerusakan: ini asuransi untuk penggantian kerugian jika terjadi sesuatu dengan asset kita. Bisa jadi karena ada kecurian, kebakaran atau kecelakaan lainnya. Asset kerusakan ini akan diganti asuransi.

7. Asuransi Hukum: jika ada kasus hukum maka biaya pengacara, sidang, dll amat sangat mahal. Kasus hukum di negara maju bisa apapun karena jika kita merasa dirugikan maka minta keadilannya dari pengadilan. Aku bayar asuransi hukum amat lengkap untuk semua kasus hukum, sudah kuasuransikan. Jadilah asuransi yang membayar semua proses hukumnya. Tentu saja penalty dari pengadilan yah yang nanggung ybs beserta Asuransi Kerusakan yang dimilikinya

8. Asuransi Bepergian Keluar Negeri: ini asuransi yang jamin saat diluar negeri dapat pelayanan kesehatan, perlindungan atas kecelakaan di LN, kehilangan barang di LN serta ada masalah penerbangan LN.

9. Asuransi Penguburan: biaya penguburuan amat sangat mahal sekali. Untuk kepentingan ahli waris, maka asuransi penguburan membuatku klo wafat akan dikubur secara layaknya dan makamku akan dijaga sampai batas waktu tertentu sesuai kesepakatan asuransinya. Jadi, asuransi yang mengurus semua ini. Ndak usah takut kalau wafat pasti ada yang ngurus sesuai maunya ahli warisnya.

10. Asuransi Kecelakaan: untuk melindungi diri dari kerugian yang terjadi saat kecelakaan lalulintas terutama.  Biaya yang keluar akibat kecelakaan lalu lintas amat sangat besar bahkan bisa korban jiwa. Itu sebabnya asuransi kecelakaan meng-cover hal ini, termasuk kerugian yang terjadi atau bahkan untuk kepentingan ahli warisnya.

Nah, KEBAYANGKAN potongan uang asuransi-ku tiap bulan dengan begitu banyak asuransi yang kubayar? Itu sebabnya hidup di Jerman itu TIDAK KAYA, tapi MAKMUR, SEJAHTERA dan NYAMAN.

Kita berkecukupan, kita menikmati hidup tapi kita juga terlindungi dalam berbagai macam asuransi. Hanya yah itu tadi itu nilainya semua bisa in total 55-70% lebih dari Gaji kita, termasuk didalamnya pajak. Dikarenakan kita juga HARUS Bayar Pajak yang itu antara 36% sampai dengan 50% dari gaji (tergantung dimana level gajinya; karena Pajak Progessif serta Status Pernikahan).

            Baca Juga: 

 

 

Nah, pertanyaannya: „SUDAH CUKUP kah aku dilindungi oleh 10 Asuransi tersebut di atas dalam hidupku?“

Kemarin lusa. aku bertemu dengan Financial Advisor-ku di Deutsche Bank. Jawabnya: BELUM! Asuransi Jiwa dan Asuransi Hari Tua-ku belum membuat hidupku “cukup layak”.

Katanya secara umum jika orang pensiun itu maka penghasilanya Drop sehingga bisa drop sampai 40%-60% dari penghasilan saat dia kerja (tergantung berapa lama dia kerja) apabila hanya membayaran asuransi dari negara pada point 2 sebagai andalan hari tuanya. Sakit sekali rasanya, saat hari tua yang justru mau tenang malah kita kekurangan uang!

Jika perusahaannya juga punya fasilitas asuransi maka bisa jadi akan di-cover lagi keuntungannya sehingga Drop-nya diperkecil berkisar 20%-40% dari saat kita kerja berpengahasilan.

Pada kasusku: menurut finansial Advisorku, aku akan drop penghasilanku saat pension sekitar 20%-nan. Dikarenakan aku sudah bayar Asuransi Hari Tua Negara (point no: 2) belasan tahun dan pension masih belasan tahun, selain itu aku ikut asuransi hari tua paket perusahaan (point no: 5). Jadi, penghasilan-ku turun saat pensiun sekitar 20%-an atau lebih-lebih sedikit.

Hanya bagaimana dengan hari tua istriku, begitu tanya finansial advisor-ku?

Selain itu, bagaimana juga jika terjadi sesuatu dengan ku sehingga karena the worst aku cacat seumur hidup (bukan karena kecelakaan kerja karena ini akan ditanggung asuransi kecelakaan kerja full) atau kena penyakit kronis sehingga tidak bisa kerja atau malah wafat mendadak. Bagaimana kelangsung hidup keluargaku?

“Istri dan Putri-Putrimu secara mendadak akan drop kualitas hidupnya”, ---begitu kata Financial Advisor-ku mengingatkan.

Mereka hanya hidup atas bantuan negara Jerman dari hasil Asuransi Sosial serta Uang Pajak yang kubayar. Memang bojoku kerja, hanya bukan kerja level Expert yang berpenghasilan cukup memadai untuk hidup layak.

Disadarkan seperti itu, jelas aku “TERGANGGU”. Aku jelas TIDAK ingin Bojo dan Kedua Putriku secara mendadak hidupnya Drop dari yang dia nikmati saat ini jika the worst terjadi padaku. Mereka bisa Drop lebih dari 50% kualitas hidupnya di dunia ini, jika hanya andalkan asuransi negara dan subsidi negara. Ini bisa getir dan amat menyakitkan sekali buat mereka.

Tersadarkan hal ini aku terpaksa bersiapkan diri untuk ambil Asuransi Baru lagi yaitu  untuk nutupi jangan sampai Pensiun penghasilanku Drop 20%. Artinya saat pension penghasilkanku tidak kurang sama sekali, juga saat sama jika terjadi The Worst padaku maka Hidup keluargaku juga dijamin Asuransi. Selain jaminan Asuransi Negara dan Subsidi Negara Jerman maka akan ada Asuransi Private tambahannya yang cukup besar sehingga tetap bisa hidup layak.

Belum kuputuskan kontrak polisnya untuk kutandatangani tapi tampaknya ini harus kulakukan. Biaya asuransi untuk hal ini juga tidak kecil. Sekitar (boleh kurang atau lebih tentu saja tergantung ambil programmnya) yaitu 500 per Bulan atau 7.500.000 IDR yang harus kubayar selama hampir 20 tahun, menurut hitunganku dan Finansial Advisor.

Jika aku pension maka hidupku dan bojoku akan tetap layak nyaris tidak berkurang kualitsa hidup kita sampai kita berdua ndak ada. Jika sebelum penisun terjadi sesuatu denganku, ahli warisku juga dapat kompensasi dana yang amat layak.

Tentu saja itu 500 Euro per bulan adalah bayaran tambahan yang harus kukeluarkan diluar biaya selama ini juga untuk membayar 10 asuransi lainnya yang juga TIDAK KECIL tentu saja. Plus Bayar Pajak, plus juga harus menabung, plus juga investasi.

Ternyata sebuah negara membangun sistem  HIDUP SEJAHTERA, MAKMUR dan NYAMAN di dunia itu butuh kompentensi para Profesional yang hebat yang sistem tersebut dibangun oleh Knowledge orang-orang hebat, diatur oleh negara yang penuh integritas serta SDM yang kompeten yang mengelolanya. Ini adalah kerja-kerja dari tradisi profesional dan berintegritas.

Mereka, para orang Bule ini memang TIDAK percaya kehidupan akherat. Oleh karena itu, mereka fokus membangun kehidupan dunia agar hidupnya di dunia yang hanya sekali ini menjadi HIDUP SEJAHTERA, MAKMUR dan NYAMAN!

Hidup di dunia itu jenengan TIDAK butuh agama dan tuhan, yang dibutuhkan sistem asuransi yang baik dan kredibel .

#dariTepianLembahSungaiRheiRuhr

Ferizal Ramli

4 Comments

Previous Post Next Post